Cinta Tapi Beda

Cerpen
Namaku Caramel, sicewek yang termasul dalam golongan wanita yang baik. Hidupku berjalan dengan baik atau mungkin bisa dikatakan terlalu monoton, kehidupan yang tak beegairah tapi semua berubah setelah pertemuan itu. Pertemuan itu bagiku sangat berarti,rasa yang tak dapat kumengerti, hati yang merasakan hal yang berbeda. Hati ini ingin selalu dekat denganmu . Kau adalah pangeran dalam hidupku. Ya... Pangeran yang menghiasi hari hariku. Itu semua bermula pada saat kita pertama kali bertemu.  Disaat kau tak sengaja menabrak ku.
Dava: sorry,aku tak sengaja                menabrakmu(sambil membantu membereskan buku yang berserakan dilantai)
Caramel: gak apa -apa,aku juga tadi lagi buru-buru makanya gak lihat ada orang yang lewat
Caramel: makasih juga dah bantuin aku beresin bukunya
Dava: gak masalah, soalnya aku juga salah kok, sekali lagi maaf ya tadi aku gak sengaja menabrakmu
Caramel: oke gak apa-apa, aku masuk kelas dulu ya..
Dava: oke, bye
Semenjak saat itu aku mulai terbayang wajahmu dan semwnjak itu kita semakin sering bertemu dan semakin dekat, kau mulai mengenalku begitu juga sebaliknya. Kita bercanda bersama dan bermain bersama ,dan dari waktu kewaktu aku semakin mengagumimu tetapi pada akhirnyavaku mengetahui bahwa kita takkan bisa bersama, kita berbeda, kita tak bisa bersama karena kepercayaan kita berbeda, ya kita berbeda keyakinan. Setelah aku mengetahui itu, aku terdiam dan berpikir lagi, apakah kita yang salah? Apakah kita seharusnya tak bertemu? Apakah kita harus berpisah?  Atau menentang kepercayaan kita satu sama lain.  Aku termasuk orang yang taat beragama, setiap hari minggu, aku dan keluargaku akan pergi ke gereja dan beribadah sedangkan kau termasuk orang yang taat beragama juga. Setiap hari jumat kau akan pergi ke masjid untuk beribadah kita berdua memegang teguh kepercayaan kita masing-masing. Dan aku mulai memikirkan hal itu apakah kita harus berhenti sampai disini ? Dan semakin lama  kita sering bermain bersama, membeli buku setelah bermain lalu melakukan  hobi yang sama, tetapi semakin kita dekat semakin aku takut kehilanganmu, takut jikalau perbedaan ini tak bisa menyatukan melainkan bisa menjauhkan dan memisahkan kita,  aku takut jikalau kita semakin dekat ini hanya akan lebih menyakitkan hatiku,  hatimu dan banyak hati lagi aku takut lebih banyak lagi air mata yang akan jatuh, tetapi semakin aku memikirkan itu lama kelamaan aku sadar bahwa aku tak boleh menjadikan "perbedaan" menjadi alasan perpisahan, aku semakin berfikir sepertinya ini tidak bisa di lanjutkan lagi karena sampai kapanpun kita takkan bisa bersama, kita harus mulai terbiasa berjalan sendiri,  bukan untuk melupakan melainkan agar kita terbiasa dengan kesendirian kita agar pelan pelan kita mulai kita mulai melupakan rasa yang dulu pernah ada bukan karena aku tidak mencintaimu melainkan karena aku lebih mencintai kepercayaan yang telah lama kupegang dan yang kuanut sejak aku kecil dan setelah lama aku memikirkan ini semua akhirnya aku berani mengatakan padamu,  walaupun ini menyakitkan tetapi kita harus memilih dan kita harus melewati ini semua, bukan dengan berat hati melainkan dengan hati yang tenang karena pilihan ini sangat menyangkut kehidupan aku kelak di masa depan nanti, dan aku pun membicarakannya padamu
Caramel : Dav, mungkin kita bisa sama lagi
Dava       : kenapa?  Apa karena perbedaan     keyakinan ini?  Tetapi sudahlah mungkin ini yang terbalik bagi kita.  Jika itu sudah menjadi pilihanmu aku tak bisa mamaksa agar kita bersama lagi, mungkin kita tak di takdirkan bersama, tetapi aku minta kita bisa terus menjadi sahabat
Caramel : ya, kita akan bersahabat, karena ini semua bukan akhir melainkan awal dari persahabatan kita
Dan aku lega aku menerima keputusanku. Ya ini bukan akhir melainkan awal dari persahabatan kita.  Mungkin inilah jalan yang terbaik bagiku,  bagimu dan bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks ceramah

Teks Eksplanasi

Teks prosedur